Kecewa Datang Bukan Karena Kurangnya Nikmat, Tapi Karena Kurangnya Bersyukur

Kecewa Datang Bukan Karena Kurangnya Nikmat, Tapi Karena Kurangnya Bersyukur
Menelan pahitnya kekecewaan memang rasanya nyesek banget di hati. Bagaimana tidak, apa yang kita dapatkan ternyata tak sesuai dengan yang kita harapkan.


Kita mengharapkan sesuatu yang indah, tapi yang kita dapatkan malah sesatu yang pahit dan kemudian kita menyalahkan keadaan, itulah yang dinamakan kekecewaan.

Saat kekecewaan melanda, yang ada hanya rasa penyesalan, kesakitan dan kegundahan yang sulit disembuhkan. Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan rasa kekecewaan, hanya sabar dan ikhlas saja yang bisa menyembuhkannya.

Sulit sekali menghindari rasa kecewa walaupun kita sudah berhati-hati. Meskipun nikmat yang kita dapatkan sudah lebih dari cukup, masih saja ada rasa kecewa dan rasa tidak puas dengan apa yang sudah kita dapatkan.

Jika rasa kecewa ini terus saja menghampiri, bagaimana bisa hidup kita bahagia? Tak peduli sebera populer dan seberapa kaya, apa gunanya jika hati kita terus-terusan diselimuti rasa kecewa. Memang kecewa itu tak bisa dihindari, hanya saja sebagian besar penyebabnya dari kita sendiri.

Kecewa datang bukan karena kurang nikmat, tapi karena kurangnya bersyukur.

Orang-orang yang sering kecewa adalah mereka yang tidak pernah bersyukur. Selama kita tidak pernah menysukuri apa yang kita dapatkan, sekalipun itu sangat besar, kita hanya akan menelan rasa kecewa dan kegelisahan yang tiada akhir.

Setidaknya syukuri saja dengan apa yang sudah kamu dapatkan. Sekalipun ada rasa kecewa, rasanya tidak akan terlalu berat dan hanya berlangsung sebentar saja.

Selain bersyukur, untuk mengatasi rasa kecewa adalah dengan mengikhlaskan dan memperbaiki kesalahanmu di masa lalu.
Arrow
BACA ARTIKEL LAINYA

Halaman
1 2 3

Halaman
1 2 3